Angka Fibonacci atau dikenal sebagai
"Angka Tuhan" dan "Rasio Emas"
Berdasarkan buku The Art of Computer
Programming karya Donald E. Knuth, barisan ini pertama kali dijelaskan oleh
matematikawan India, Gopala dan Hemachandra pada tahun 1150. Di dunia barat,
barisan ini pertama kali dipelajari oleh Leonardo da Pisa, yang juga dikenal
sebagai Fibonacci (sekitar 1200), ketika membahas pertumbuhan ideal dari
populasi kelinci.Percaya atau tidak, menurut
kepercayaan para ilmuwan di zaman dahulu kala, angka Fibonacci adalah salah
satu bukti adanya Tuhan, karena banyak sekali kejadian-kejadian di alam ini
yang berkaitan dengan angka tersebut. Bahkan, sebelum Obama terpilih menjadi
presiden,
ada yang meramalkan bahwa Obama akan menjadi presiden Amerika ke-44 dengan dasar dari analisa deret Fibonacci. Deret sederhana itu adalah sebagai berikut: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765, 10946...dst. Deret angka ini diawali angka 1 lalu diikuti dengan 2 dan kemudian penjumlahan dari kedua angka menghasilkan deretan angka yang berikutnya. 1+2 muncul angka 3, lalu 2+3 muncul angka 5, kemudian 3+5 muncul angka 8 dan seterusnya. Deret angka ajaib ini kemudian memunculkan rasio ajaib, biasa disebut Rasio Emas/Golden Rasio yang didapat dari pembagian sebuah angka deret pada fibonacci dengan
angka berikutnya (pembulatan 3 angka):
13 : 21 = 0.619; 34 : 21 = 1.61921; 21 : 34 = 0.618; 55 : 34 = 1.61834; 34 : 55 = 0.618; 89 : 55 = 1.61855 : 89 = 0.618 dst
Akhirnya ditemukan sebuah angka rasio fibonacci: 0.618 / 1.618. Berikutnya dengan membagi sebuah angka deret fibonacci dengan angka pada dua deret berikutnya didapatkan rasio fibonacci yang lain:13 : 34 = 0.38221 : 55 = 0.38234 : 89 = 0.382... dst. Lalu apa kaitannya angka-angka itu dengan bukti adanya Tuhan? Bilangan Fibonacci ini menunjukkan beberapa fakta aneh. Beberapa contoh kecil:1. Jumlah Daun pada Bunga (petals). Mungkin sebagian besar tidak terlalu memperhatikan jumlah daun pada sebuah bunga. Dan bila diamati, ternyata jumlah daun pada bunga itu menganut deret Fibonacci, contohnya:jumlah daun bunga 3: bunga lili, irisjumlah daun bunga 5: buttercup (sejenis bunga mangkok) jumlah daun bunga 13: ragwort, corn marigold, cineraria, jumlah daun bunga 21: aster, black-eyed susan, chicoryjumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family
ada yang meramalkan bahwa Obama akan menjadi presiden Amerika ke-44 dengan dasar dari analisa deret Fibonacci. Deret sederhana itu adalah sebagai berikut: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765, 10946...dst. Deret angka ini diawali angka 1 lalu diikuti dengan 2 dan kemudian penjumlahan dari kedua angka menghasilkan deretan angka yang berikutnya. 1+2 muncul angka 3, lalu 2+3 muncul angka 5, kemudian 3+5 muncul angka 8 dan seterusnya. Deret angka ajaib ini kemudian memunculkan rasio ajaib, biasa disebut Rasio Emas/Golden Rasio yang didapat dari pembagian sebuah angka deret pada fibonacci dengan
angka berikutnya (pembulatan 3 angka):
13 : 21 = 0.619; 34 : 21 = 1.61921; 21 : 34 = 0.618; 55 : 34 = 1.61834; 34 : 55 = 0.618; 89 : 55 = 1.61855 : 89 = 0.618 dst
Akhirnya ditemukan sebuah angka rasio fibonacci: 0.618 / 1.618. Berikutnya dengan membagi sebuah angka deret fibonacci dengan angka pada dua deret berikutnya didapatkan rasio fibonacci yang lain:13 : 34 = 0.38221 : 55 = 0.38234 : 89 = 0.382... dst. Lalu apa kaitannya angka-angka itu dengan bukti adanya Tuhan? Bilangan Fibonacci ini menunjukkan beberapa fakta aneh. Beberapa contoh kecil:1. Jumlah Daun pada Bunga (petals). Mungkin sebagian besar tidak terlalu memperhatikan jumlah daun pada sebuah bunga. Dan bila diamati, ternyata jumlah daun pada bunga itu menganut deret Fibonacci, contohnya:jumlah daun bunga 3: bunga lili, irisjumlah daun bunga 5: buttercup (sejenis bunga mangkok) jumlah daun bunga 13: ragwort, corn marigold, cineraria, jumlah daun bunga 21: aster, black-eyed susan, chicoryjumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family
2. Pola Bunga
Pola bunga juga menunjukkan adanya
pola fibonacci ini, misalnya pada bunga matahari.
3.
Tubuh Manusia
Bila Anda ukur panjang jari Anda,
kemudian Anda bandingkan dengan panjang lekuk jari, maka akan ketemu 1.618. Jari-jemari
kita memiliki tiga ruas. Perbandingan ukuran panjang dari dua ruas pertama
terhadap ukuran panjang keseluruhan jari tersebut menghasilkan angka rasio emas
(kecuali ibu jari). Anda juga dapat melihat bahwa perbandingan ukuran panjang
jari tengah terhadap jari kelingking merupakan rasio emas pula.
Anda memiliki dua (2) tangan, dan
jari-jemari yang ada padanya terdiri dari tiga (3) ruas. Terdapat lima (5) jari
pada setiap tangan, dan hanya delapan (8) dari keseluruhan sepuluh jari ini
tersambung menurut rasio emas: 2, 3, 5, dan 8 bersesuaian dengan angka-angka
pada deret Fibonacci.
Coba bagi tinggi badan Anda dengan
jarak pusar ke telapak kaki, maka hasilnya adalah 1.618.Bandingkan panjang dari
pundak ke ujung jari dengan panjang siku ke ujung jari, maka hasilnya adalah
1.618. Bandingkan panjang dari pinggang ke kaki dengan panjang lutut ke kaki,
maka hasilnya adalah 1.618
Bercerminlah, dan Anda akan menemukan
angka Fibonacci pada tubuh Anda. Anda punya 1 hidung, 2 mata dan 2 tangan yang
masing-masing memiliki 5 jari yang terbagi menjadi 3 ruas.
Fakta
lainnya:
- Kalau dibandingkan antara jumlah
lebah betina dengan jumlah lebah jantan, maka hasilnya adalah 1.618
-
Kerang laut, kerang laut memiliki cangkang keras yang berbentuk spiral. kalau
dibandingkan antara panjang garis spiral paling depan dengan berikutnya, maka
hasilnya adalah 1.618
- Daun, tangkai, serangga, dan semua
yang berbentuk spiral, bila diban-dingkan antara panjang spiral terakhir dengan
sebelumnya, maka hasilnya akan selalu 1.618.
- Menurut, sebuah penelitian yang dilakukan,
sepasang Kelinci berkembang biak dengan pola deret angka Fibonacci ini.
Rasio
Emas dalam Fisika dan Jagad Raya
Anda menjumpai deret dan rasio emas
di bidang-bidang yang termasuk dalam ruang lingkup fisika. Ketika suatu sumber
cahaya ditempatkan di atas dua lapisan kaca yang saling bertumpukan, sebagian
dari cahaya itu menembusnya, sebagian lagi diserap, dan sisanya dipantulkan.
Apa yang terjadi adalah "pemantulan berulang-ulang." Jumlah garis
yang dilalui berkas cahaya di dalam kaca sebelum akhirnya keluar kembali
bergantung pada jumlah pemantulan yang dialaminya. Pada akhirnya, ketika kita
menghitung jumlah berkas cahaya yang akhirnya keluar kembali, kita dapati bahwa
jumlah ini bersesuaian dengan angka-angka Fibonacci.
Di jagat raya terdapat banyak
galaksi-galaksi berbentuk pilin (spiral) yang memiliki rasio emas pada
strukturnya.
Rasio
Emas Pada Benda-benda Mati
Contohnya Pada Kristal salju, Rasio
emas juga mewujud pada struktur kristal. Kebanyakan struktur ini teramat kecil
untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Akan tetapi Anda dapat menyaksikan
rasio emas pada serpihan salju. Ragam bentuk panjang dan pendek yang beraneka
yang membangun bentuk serpihan salju, semuanya menghasilkan rasio emas.
Fakta bahwa banyak sekali struktur
benda hidup dan tak hidup yang saling tak terkait di alam namun memiliki bentuk
yang mengikuti satu rumus matematis tertentu merupakan salah satu bukti paling
nyata bahwa semua ini telah dirancang secara khusus. Rasio emas adalah rumus
keindahan yang sangat dikenal dan diterapkan oleh para seniman. Karya-karya
seni yang didasarkan pada rasio itu menampilkan kesempurnaan keindahan.
Rasio
Emas pada Paru-Paru
Dalam sebuah penelitian yang
dilakukan antara tahun 1985 dan 1987, fisikawan Amerika B. J. West dan Dr. A.
L. Goldberger menemukan keberadaan rasio emas pada struktur paru-paru. Salah
satu ciri jaringan bronkia yang menyusun paru-paru adalah susunannya yang
asimetris. Misalnya, pipa saluran udara yang bercabang membentuk dua bronkia
utama, satu panjang (bronkia kiri) dan yang kedua pendek (bronkia kanan).
Percabangan asimetris ini terus berlanjut ke percabangan-percabangan bronkia
selanjutnya. Telah dipastikan bahwa pada seluruh percabangan ini perbandingan
antara bronkia pendek terhadap bronkia panjang selalu bernilai 1/1,618.
Rasio
Emas pada Organ Pendengaran dan Keseimbangan
Koklea pada telinga bagian dalam
manusia berperan menghantarkan getaran suara. Struktur bertulang ini, yang
berisi cairan, memiliki bentuk spiral logaritmik dengan sudut tetap =73°43´
yang memiliki rasio emas.
Kota
Mekkah
Jika
kita mengukur jarak Kota Mekkah ke arah Kutub Utara, diperoleh angka 7631,68
km, sedangkan jika ke arah Kutub Selatan, diperoleh angka 12348.32 km. 12348.32
km / 7631.68 km = 1,618. Jarak antara barat dan timur juga begitu.
Jika
jumlah seluruh huruf dalam QS. Ali Imran (3) ayat 96, yang berjumlah 47, dibagi
angka Fibonacci 1.618, maka didapatkan : 47/1.618 = 29. Dimana angka 29,
merupakan jumlah huruf dari pangkal ayat sampai kepada kata Makkah.
"Sesungguhnya
rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di
Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam".
(QS. Ali Imran (3) ayat 96).
Bagi mereka yang percaya bahwa alam
ini diciptakan dengan suatu rancangan khusus (tidak terjadi secara kebetulan,
melainkan ada yg mengatur), maka Rasio Emas dan angka Fibonacci mungkin bisa
digunakan sebagai bukti kebenarannya sebagaimana yang dikatakan oleh Plato,
“Angka, pada saatnya nanti, akan memandu kita menuju kebenaran".
Hal tersebut diatas hanyalah
merupakan contoh kecil dari sekian banyak bilangan fibonacci di alam semesta.
Disarikan dari: https://www.facebook.com/notes/muhammad-hafidh-noor-halim/angka-fibonacci-atau-dikenal-oleh-para-ilmuwan-sebagai-angka-tuhan-rasio-emas/364837246916822/
0 komentar:
Posting Komentar