Matematika itu ada dalam kehidupan kita
Dengan matematika, keimanan kita kepada Tuhan semakin mantap.
Matematika itu ada dalam kehidupan kita
Dengan matematika, keimanan kita kepada Tuhan semakin mantap.
Matematika itu ada dalam kehidupan kita
Dengan matematika, keimanan kita kepada Tuhan semakin mantap.
Matematika itu ada dalam kehidupan kita
Dengan matematika, keimanan kita kepada Tuhan semakin mantap.
Matematika itu ada dalam kehidupan kita
Dengan matematika, keimanan kita kepada Tuhan semakin mantap.
Tampilkan postingan dengan label Kelas 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas 7. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 04 Februari 2017
Kamis, 02 Februari 2017
Himpunan
HIMPUNAN
A. Pengertian Himpunan
Himpunan
adalah sekumpulan objek atau benda yang memiliki karakteristik yang sama atau
terdefinisi dengan jelas.
terdefinisi dengan jelas.
Contoh himpunan :
1. kumpulan nama hari dalam seminggu
2. kumpulan warna lampu lalu lintas
3. kumpulan makanan manis
Contoh bukan himpunan :
1. kumpulan lukisan indah
2. kumpulan wanita cantik
3. kumpulan anak pintar
B. Notasi Himpunan dan Anggota Himpunan
Nama
himpunan ditulis dengan huruf kapital dan anggotanya ditulis diantara kurung
kurawal. notasi
untuk
menyatakan anggota himpunan
notasi
untuk menyatakan bukan anggota himpunan
C. Cara Menyajikan Himpunan
1. Mendaftarkan anggotanya (enumerasi)
Contoh: =
{3, 5, 7}
2. Menyatakan sifat yang dimiliki oleh anggotanya
Contoh: A
= Himpunan semua bilangan ganjil yang lebih dari 1 dan kurang dari 8.
A = {bilangan
ganjil yang lebih dari 1 dan kurang dari 8}
3. Menuliskan notasi pembentuk himpunan
Contoh: =
{x |1 < x < 8, x adalah bilangan ganjil}
D. Bilangan Kardinal
Bilangan
kardinal himpunan A adalah bilangan yang menyatakan banyak anggota himpunan A,
ditulis n(A). Contoh : A= {a, i, u, e, o}, maka n (A) = 5
E. Macam-macam Himpunan
a.
Himpunan Bilangan : bilangan asli, bilangan cacah, bilangan ganjil, bilangan
genap, dan lain-lain
b. Himpunan
kosong : Himpunan yang tidak memiliki anggota, ditulis {
}
c.
Himpunan Terhingga : merupakan himpunan yang memiliki banyak anggota terbatas
d.
Himpunan tak terhingga : merupakan himpunan yang memiliki banyak anggota tak
terbatas
F. Himpunan Semesta
Himpunan
semesta adalah himpunan seluruh unsur yang menjadi objek pembicaraan dan
dilambangkan dengan S.
Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan cara menuliskan anggotanya dalam suatu gambar (diagram) yang disebut dengan diagram Venn
Contoh diagram Venn
Misalkan A adalah himpunan semua bilangan ganjil yang lebih dari 1 dan kurang dari 8 dengan
himpunan semesta S, maka gambar diagram venn adalah sebagai berikut.
dilambangkan dengan S.
Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan cara menuliskan anggotanya dalam suatu gambar (diagram) yang disebut dengan diagram Venn
Contoh diagram Venn
Misalkan A adalah himpunan semua bilangan ganjil yang lebih dari 1 dan kurang dari 8 dengan
himpunan semesta S, maka gambar diagram venn adalah sebagai berikut.
G. Operasi Himpunan
1. Irisan ( ∩ )
Irisan himpunan A dan B adalah himpunan semua
anggota semesta yang merupakan anggota himpunan A dan himpunan B.
A ∩ B = { x| x ∈A dan x ∈B }
Jika " X∩Y = ∅ dan Y∩X = ∅ disebut bahwa himpunan X saling lepas dengan himpunan Y.
Sifat: Misalkan A dan B adalah dua himpunan. Jika A⊂B , maka A∩B = A
A ∩ B = { x| x ∈A dan x ∈B }
Jika " X∩Y = ∅ dan Y∩X = ∅ disebut bahwa himpunan X saling lepas dengan himpunan Y.
Sifat: Misalkan A dan B adalah dua himpunan. Jika A⊂B , maka A∩B = A
2. Gabungan (∪)
Misalkan S adalah himpunan semesta. Gabungan
himpunan Adan B adalah himpunan yang
anggotanya semua anggota S yang merupakan anggota himpunan A atau anggota himpunan B, dilambangkan dengan ∪. A∪B = {x | x∈A atau x∈B }
Sifat: Untuk A dan B himpunan berlaku: n( A∪B ) = n( A ) + n( B ) − n(A∩B )
anggotanya semua anggota S yang merupakan anggota himpunan A atau anggota himpunan B, dilambangkan dengan ∪. A∪B = {x | x∈A atau x∈B }
Sifat: Untuk A dan B himpunan berlaku: n( A∪B ) = n( A ) + n( B ) − n(A∩B )
Misalkan
A, B dan C adalah himpunan. n( A∪B∪C) = n(A) + n(B) + n(C) − n( A∩B ) − n(A ∩ C) − n(B
∩ C) + n( A∩B∩C)
3. Komplemen (Complement)
Misalkan
S adalah himpunan semesta dan A adalah suatu himpunan. Komplemen himpunan A
adalah suatu himpunan semua anggota himpunan S yang bukan anggota himpunan A,
dilambangkan dengan 
=
{x | x∈ Sdan
x∉ A}
Hukum de Morgan


Hukum de Morgan
4. Selisih (difference)
Definisi:
Komplemen relatif B terhadap A adalah himpunan semua anggota himpunan A yang bukan
anggota himpunan B, dilambangkan A− B
A − B = { x| x∈A dan x∉B } =
Sifat: Untuk sebarang himpunan A dan B, berlaku
Jika A∩B = ∅, maka A−B = A dan B−A = B·
Jika A⊂B , maka A−B = ∅·
A − B = { x| x∈A dan x∉B } =
Sifat: Untuk sebarang himpunan A dan B, berlaku
Jika A∩B = ∅, maka A−B = A dan B−A = B·
Jika A⊂B , maka A−B = ∅·
Contoh Soal dan Pembahasan Himpunan
Contoh Soal 1:
Dari 42 kambing yang ada di
kandang milik pak Arman, 30 kambing menyukai rumput gajah, dan 28 ekor kambing
menyukai rumput teki. apabila ada 4 ekor kambing yang tidak menyukai kedua
rumput tersebut, berapa ekor kambing yang menyukai rumput gajah dan rumput
teki?
Pembahasan:
untuk mencarinya, kita gunakan
rumus himpunan berikut:
n{AΛB} = (n{A} + n{B}) - (n{S} -
n{X})
n{AΛB} = (30 + 28) - (42 - 4)
n{AΛB} = 58 - 38
n{AΛB} = 20
Jadi, jumlah kambing yang
menyukai kedua jenis rumput tersebut adalah 20 ekor.
Contoh Soal 2:
Siswa kelas 7 SMP Tunas Mekar
adalah 45. tiap-tiap siswa memilih dua jenis pelajaran yang mereka sukai.
diketahui ada 27 siswa yang menyukai pelajaran Matematika dan 26 siswa menyukai
pelajaran Bahasa Inggris. Sementara siswa yang tidak menyukai kedua pelajaran
tersebut ada 5 orang. Tentukanlah banyaknya siswa yang menyukai pelajaran
bahasa inggris dan matematika serta gambarlah diagram venn-nya.
Pembahasan:
Kita cari terlebih dahulu jumlah
siswa yang menyukai kedua pelajaran tersebut:
n{AΛB} = (n{A} + n{B}) - (n{S} -
n{X})
n{AΛB} = (27 + 26) – (45 – 5)
n{AΛB} = 13
Maka dapat disimpulkan bahwa:
Siswa yang menyukai matematika
saja = 27 - 13 = 14 siswa
Siswa yang menyukai bahasa
inggris saja = 26 - 13 = 13 siswa
Maka gambar diagram
venn-nya adalah:
Contoh Soal 3:
Di dalam sebuah ruangan terdapat
150 siswa yang baru lulus SMP. Diketahui ada 75 siswa memilih untuk masuk SMA
dan 63 siswa memilih untuk masuk SMK sementara ada 32 siswa yang belum
menentukan pilihannya. Lalu, berapakah banyaknya siswa yang hanya memilih untuk
masuk SMA dan SMK saja?
Pembahasan:
Siswa
yang memilih masuk SMA dan SMK adalah:
n{AΛB}
= (n{A} + n{B}) - (n{S} - n{X})
n{AΛB}
= (75 + 63) – (150 – 32)
n{AΛB}
= 138 – 118
n{AΛB}
= 20 siswa
Siswa
yang memilih masuk SMA saja = 75 – 20 = 55 orang
Siswa
yang mmeilih masuk SMK saja = 63 – 20 = 43 orang
Contoh Soal 4:
Dari
40 orang bayi, diketahui bahwa ada 18 bayi yang gemar memakan pisang, 25 bayi
gemar makan bubur, dan 9 bayi menyukai keduanya. Lalu ada berapa bayi yang
tidak menyukai pisang dan bubur?
Pembahasan:
n{AΛB}
= (n{A} + n{B}) - (n{S} - n{X})
9
= (18 + 25) - (40 - n{X})
9
= 43 - 40 + n{X}
9
= 3 + n{X}
9
- 3 = n{X}
n{X}
= 6
Contoh
Soal 5:
Dari
sekelompok atlet diketahui bahwa 17 orang menyukai sepak bola, 13 menyukai
renang, dan 12 orang menyukai keduanya. coba kalian gambarkan diagram venn dan
tentukan pula jumlah keseluruhan dari atlet tersebut.
Pembahasan:
Jumlah
keseluruhan dari atlet tersebt adalah:
Atlet
ang menyukai sepakbola saja : 17-12 = 5 orang
Atlet
yang menyukai renang saja = 13 – 12 = 1 orang
Diagram venn-nya
adalah:
Untuk lebih tentang materi operasi himpunan, saksikan video ini
Diskusikan penyelesaian soal berikut dan tuliskan pendapatmu pada kolom komentar!
Dalam seleksi siswa penerima beasiswa berprestasi, setiap siswa harus lulus tes matematika dan tes bahasa inggris. Dari 240 peserta terdapat 167 orang dinyatakan lulus tes matematika dan 108 orang dinyatakan lulus tes bahasa inggris serta 5 orang tidak dapat mengikuti kedua tes tersebut. Berapakah banyak siswa yang dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa berprestasi ?
Bilangan Bulat
Himpunan bilangan bulat adalah himpunan bilangan yang terdiri dari himpunan bilangan positif (bilangan asli), bilangan nol, dan bilangan bulat negatif.
URUTAN BILANGAN BULAT
Perhatikan gambar berikut.
Dari gambar di atas kamu akan menemukan bahwa semakin ke kanan, bilangan
bulat pada garis bilangan tersebut semakin besar, sebaliknya semakin ke kiri,
bilangan bulat pada garis bilangan semakin kecil. Misalnya:
·
-2 terletak di sebelah kiri 0 sehingga
-2 < 0;
·
0 terletak di sebelah kanan -1 sehingga
0 > -1;
·
-5 terletak di sebelah kiri -3 sehingga
-5 < -3;
·
-4 terletak di sebelah kanan -6 sehingga
-4 > -6.
LAWAN BILANGAN BULAT
·
Setiap bilangan bulat mempunyai tepat
satu lawan yang juga merupakan bilangan bulat
·
Dua bilangan bulat dikatakan berlawanan,
apabila dijumlahkan menghasilkan nilai nol.
a + (-a) = 0
a + (-a) = 0
Misalnya :
1. Lawan dari 4 adalah -4, sebab 4 + (-4) = 0
2. Lawan dari -7 adalah 7, sebab -7 + 7 = 0
3. Lawan dari -2 adalah 2, sebab -2 + 2 = 0
4. Lawan dari 3 adalah -3, sebab 3 + (-3) = 0
5. Lawan dari 10 adalah -10, sebab 10 + (-10) = 0
6. Lawan dari 0 adalah 0, sebab 0 + 0 = 0
OPERASI BILANGAN BULAT
Penjumlahan Bilangan Bulat
Penjumlahan Bilangan Bulat
1)
Kedua bilangan bertanda
sama
Jika kedua bilangan bertanda sama (keduanya bilangan positif
atau keduanya bilangan negatif), jumlahkan kedua bilangan tersebut. Hasilnya
berilah tanda sama dengan tanda kedua bilangan.
Contoh:
a) 125 + 234 = 359
b) –58 + (–72) = –(58 + 72) = –130
2) Kedua bilangan
berlawanan tanda
Jika kedua bilangan berlawanan tanda (bilangan positif dan
bilangan negatif), kurangi bilangan yang bernilai lebih besar dengan bilangan
yang bernilai lebih kecil tanpa memerhatikan tanda. Hasilnya, berilah tanda
sesuai bilangan yang bernilailebih besar.
Contoh:
a) 75 + (–90) = –(90 – 75) = –15
b) (–63) + 125 = 125 – 63 = 62
Pengurangan Bilangan Bulat
Pada pengurangan bilangan bulat, mengurangi dengan suatu
bilangan sama artinya dengan menambah dengan lawan pengurangnya.
Secara umum, dapat dituliskan sebagai berikut: Untuk setiap
bilangan bulat a dan b, maka berlaku
a – b = a + (–b).
Contoh:
a. 7 – 9 = 7 + (–9) = –2
b. –8 – 6 = –8 + (–6) = –14
c. 15 – (–5) = 15 + 5 = 20
d. –12 – (–6) = –12 + 6 = –6
Perkalian Bilangan Bulat
Perkalian adalah penjumlahan berulang sebanyak bilangan yang dikalikan.
Contoh :
2 x 4 = 4 + 4 = 8
3 x 5 = 5 + 5 + 5 = 15
Sifat-sifat perkalian suatu bilangan
a. Perkalian bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya positif.
Contoh:
1) 4 x 5 = 5 + 5 + 5 + 5 = 20
2) 7 x 8 = 56
3) 12 x 15 = 180
b Perkalian bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya negatif.
Contoh:
1) 4 x (-5) = (-5) + (-5) +(-5) +(-5) = -20
2) 7 x (-8) = -56
3) 12 x (-15) = -180
c. Perkalian bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya negatif.
Contoh:
1) -4 x 5 = -(5 + 5 + 5 + 5) = -20.
2) -7 x 8 = -56
3) -12x 15 = -180
d. Perkalian bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya positif.
Contoh:
1) -4 x (-5) = -[-5 + (-5) + (-5) + (-5)] = -[-20] = 20
2) -7 x (-8) = 56
3) -12 x (-15) = 180
Contoh :
2 x 4 = 4 + 4 = 8
3 x 5 = 5 + 5 + 5 = 15
Sifat-sifat perkalian suatu bilangan
a. Perkalian bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya positif.
Contoh:
1) 4 x 5 = 5 + 5 + 5 + 5 = 20
2) 7 x 8 = 56
3) 12 x 15 = 180
b Perkalian bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya negatif.
Contoh:
1) 4 x (-5) = (-5) + (-5) +(-5) +(-5) = -20
2) 7 x (-8) = -56
3) 12 x (-15) = -180
c. Perkalian bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya negatif.
Contoh:
1) -4 x 5 = -(5 + 5 + 5 + 5) = -20.
2) -7 x 8 = -56
3) -12x 15 = -180
d. Perkalian bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya positif.
Contoh:
1) -4 x (-5) = -[-5 + (-5) + (-5) + (-5)] = -[-20] = 20
2) -7 x (-8) = 56
3) -12 x (-15) = 180
Pembagian bilangan bulat
Pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian
Contoh
12 : 4 = 3, karena 4 x 3 = 12 atau 3 x 4 = 12
42 : 7 = 6, karena 7 x 6 = 42 atau 6 x 7 = 42
Sifat-sifat pembagian bilangan bulat
a. Pembagian bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya positif
Contoh
1) 63 : 7 = 9
2) 143 : 11 = 13
b. Pembagian bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya negatif
Contoh:
1) 63 : (-9) = -7
2) 72 : (-6) = -12
c. Pembagian bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya negatif
Contoh:
1) -63 : 7 = -9
2) -120 : 10 = -12
d. Pembagian bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya positif.
Contoh:
1) -72 : (-8) = 9
2) -120 : (-12) = 10
Contoh
12 : 4 = 3, karena 4 x 3 = 12 atau 3 x 4 = 12
42 : 7 = 6, karena 7 x 6 = 42 atau 6 x 7 = 42
Sifat-sifat pembagian bilangan bulat
a. Pembagian bilangan positif dengan bilangan positif, hasilnya positif
Contoh
1) 63 : 7 = 9
2) 143 : 11 = 13
b. Pembagian bilangan positif dengan bilangan negatif, hasilnya negatif
Contoh:
1) 63 : (-9) = -7
2) 72 : (-6) = -12
c. Pembagian bilangan negatif dengan bilangan positif, hasilnya negatif
Contoh:
1) -63 : 7 = -9
2) -120 : 10 = -12
d. Pembagian bilangan negatif dengan bilangan negatif, hasilnya positif.
Contoh:
1) -72 : (-8) = 9
2) -120 : (-12) = 10
SIFAT OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT
1.
Sifat komutatif
Sifat komutatif (pertukaran) pada penjumlahan dan perkalian.
a + b = b + a
a x b = b x a, berlaku untuk semua bilangan bulat
Contoh:
1) 2 + 4 = 4 + 2 = 6
2) 3 + 5 = 5 + 3 = 8
3) 4 x 2 = 2 x 4 = 8
4) 3 x 2 = 2 x 3 = 6
Sifat komutatif (pertukaran) pada penjumlahan dan perkalian.
a + b = b + a
a x b = b x a, berlaku untuk semua bilangan bulat
Contoh:
1) 2 + 4 = 4 + 2 = 6
2) 3 + 5 = 5 + 3 = 8
3) 4 x 2 = 2 x 4 = 8
4) 3 x 2 = 2 x 3 = 6
2.
Sifat asosiatif
Sifat asosiatif (pengelompokan) pada penjumlahan dan perkalian.
(a + b) + c = a + (b+c)
(a x b) x c = a x (bxc), berlaku untuk semua bilangan bulat
Contoh:
1) (2+4) + 6 = 2 + (4+6) = 12
2) (3+6) + 7 = 3 + (6+7) = 16
3) (3x2) x 4 = 3 x (2x4) = 24
4) (3x5) x 2 = 3 x (5x2) = 30
Sifat asosiatif (pengelompokan) pada penjumlahan dan perkalian.
(a + b) + c = a + (b+c)
(a x b) x c = a x (bxc), berlaku untuk semua bilangan bulat
Contoh:
1) (2+4) + 6 = 2 + (4+6) = 12
2) (3+6) + 7 = 3 + (6+7) = 16
3) (3x2) x 4 = 3 x (2x4) = 24
4) (3x5) x 2 = 3 x (5x2) = 30
3.
Sifat distributif (penyebaran)
a x (b + c) = (a x b) + (a x c), yang berlaku untuk semua bilangan bulat.
Contoh
1) 4 x (5 + 2) = (4 x 5) + (4 x 2) = 28
2) 5 x (7 + 3) = (5 x 7) + (5 x 3) = 50
a x (b + c) = (a x b) + (a x c), yang berlaku untuk semua bilangan bulat.
Contoh
1) 4 x (5 + 2) = (4 x 5) + (4 x 2) = 28
2) 5 x (7 + 3) = (5 x 7) + (5 x 3) = 50
4.
Operasi Campuran
Aturan dalam mengerjakan operasi campuran adalah sebagai berikut:
Aturan dalam mengerjakan operasi campuran adalah sebagai berikut:
a.
Operasi dalam tanda kurung dikerjakan
terlebih dahulu.
b.
Perkalian dan pembagian adalah setara,
yang ditemui terlebih dahulu dikerjakan terlebih dahulu.
c.
Penjumlahan dan pengurangan adalah
setara, yang ditemui terlebih dahulu dikerjakan terlebih dahulu.
d.
Perkalian atau pembagian dikerjakan
lebih dahulu daripada penjumlahan atau pengurangan.
Contoh
1. a. 20 + 30 – 12 = 50 – 12 = 38
b. 40 – 10 - 5 = 30 – 5 = 25
c. 40 - (10 - 5) = 40 – 5 = 35
2. a. 600 : 2O : 5 = 30 : 5 = 6
b. 600 : (20 : 5) = 600 : 4 = 150
c. 5 x 8 : 4 = 40 : 4 = 10
3. a. 5 x (8 + 4) = 5 x 12 = 60
b. 5 x 8 -4 = 40 – 4 = 36
c. 5 x (8 – 4) = 5 x 4 = 20
Contoh
1. a. 20 + 30 – 12 = 50 – 12 = 38
b. 40 – 10 - 5 = 30 – 5 = 25
c. 40 - (10 - 5) = 40 – 5 = 35
2. a. 600 : 2O : 5 = 30 : 5 = 6
b. 600 : (20 : 5) = 600 : 4 = 150
c. 5 x 8 : 4 = 40 : 4 = 10
3. a. 5 x (8 + 4) = 5 x 12 = 60
b. 5 x 8 -4 = 40 – 4 = 36
c. 5 x (8 – 4) = 5 x 4 = 20
LATIHAN
1. Susunlah bilangan bulat berikut dari yang terkecil hingga yang terbesar.
a. -2, -4, 1
b. 2, -3, 4
c. 0, -1, 1, -3, 2, 4, 5, -5, -2, -4
d. -14, 18, -19, 20, -12, 21, -17.
2. Lengkapi titik-titik berikut dengan tanda ">" atau "<" sehingga diperoleh pernyataan yang benar.
a. 1 ... 3
b. 2 ... 9
c. -3 ... 0
d. -5 ... 10
e. -90 ... -100
3. Tentukan hasil dari penjumlahan dan pengurangan bilangan berikut.
a. 4 + 5
b. 7 + (-5) = ...
c. 9 - 2 = ...
d. 9 - (-2) = ...
e. -4 - 5 = ...
4. Tentukan hasil kali dan hasil bagi dari bilangan berikut.
a. 5 x 3 = ...
b. -5 x 3 = ...
c. -5 x (-3) = ...
d. 27 : 3 = ...
e. 27 : (-3) = ...
f. -27 : (-3) = ...
1. Susunlah bilangan bulat berikut dari yang terkecil hingga yang terbesar.
a. -2, -4, 1
b. 2, -3, 4
c. 0, -1, 1, -3, 2, 4, 5, -5, -2, -4
d. -14, 18, -19, 20, -12, 21, -17.
2. Lengkapi titik-titik berikut dengan tanda ">" atau "<" sehingga diperoleh pernyataan yang benar.
a. 1 ... 3
b. 2 ... 9
c. -3 ... 0
d. -5 ... 10
e. -90 ... -100
3. Tentukan hasil dari penjumlahan dan pengurangan bilangan berikut.
a. 4 + 5
b. 7 + (-5) = ...
c. 9 - 2 = ...
d. 9 - (-2) = ...
e. -4 - 5 = ...
4. Tentukan hasil kali dan hasil bagi dari bilangan berikut.
a. 5 x 3 = ...
b. -5 x 3 = ...
c. -5 x (-3) = ...
d. 27 : 3 = ...
e. 27 : (-3) = ...
f. -27 : (-3) = ...
PERPANGKATAN
BILANGAN
Kuadrat atau pangkat dua
suatu bilangan adalah mengalikan suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri.
Lebih lanjut, perpangkatan suatu bilangan artinya perkalian berulang dengan
bilangan yang sama. Perhatikan perpangkatan bilangan pokok 2
berikut.
21 = 2
22 = 2 × 2 (22
dibaca 2 kuadrat atau 2 pangkat 2)
= 4
23 = 2 × 2 × 2
(23 dibaca 2 pangkat 3)
= 8
Secara umum dapat
dituliskan sebagai berikut.
Untuk sebarang bilangan
bulat p dan bilangan bulat positif n, berlaku
dengan p disebut
bilangan pokok dan n disebut pangkat (eksponen). Untuk p ≠ 0 maka p0
= 1 dan p1 = p.
Contoh:
92 = 9 × 9
= 81
(–6)3 = (–6) × (–6) × (–6)
= 36 × (–6)
= –216
KUADRAT DAN AKAR KUADRAT BILANGAN
BULAT
Kalian telah mengetahui
bahwa a2 = a × a di mana a2
dibaca a kuadrat atau a pangkat dua.
Jika a = 2 maka a2
= 2 × 2 = 4. Hal ini dapat ditulis
Secara umum dapat
dituliskan sebagai berikut.
Untuk lebih jelas, silakan lihat video berikut:
Diskusikan penyeelesaian soal berikut ini! Tuliskan pendapatmu melalui kolom komentar!
Jumlah dua bilangan bulat adalah 15
sedangkan hasil kalinya adalah 54. Berapakan selisih kedua bilangan itu?
Langganan:
Postingan (Atom)





















